Sepenggal Kisah Saya Menjadi Agen Asuransi Allianz Life Indonesia

kerah putihSaya resmi bergabung dengan PT. Allianz Life Indonesia pada tanggal 6 Desember 2014. Saya mengenal Allianz dari kakak pertama saya Asep Sopyan, yang telah lebih dulu bergabung sejak tahun 2011. Mengapa saya tertarik menjadi agen Allianz, karena saat itu saya telah melihat kesuksesan kakak saya menjadi agen Allianz. Pada saat itu, kakak saya sudah memiliki penghasilan di atas 10 juta perbulan dalam waktu 3 tahun dan sudah pernah memenangkan bonus trip ke luarnegri, Thailand. Ditambah lagi saya yang waktu itu sebentar lagi akan menikah pada bulan April 2015. Jadi saya butuh pekerjaan yang potensi penghasilannya lebih besar untuk menafkahi istri dan anak anak saya kelak. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti ujian lisensi AAJI (Agen Asuransi Jiwa Indonesia) di kantor pusat PT. Allianz Life Indonesia, Allianz Tower Jl. HR. Rasuna Said Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta. Saya berangkat bersama kakak kedua saya Ade Hidayat yang ternyata diajak juga oleh kakak pertama, Asep Sopyan, untuk bergabung dengan Allianz. Saya sangat bersyukur memiliki kakak – kakak seperti Kak Asep Sopyan dan Kak Ade Hidayat yang sangat baik dan hebat, juga sangat perhatian kepada adik – adiknya.

Kami berdua (saya dan kak Ade) berangkat ke Jakarta setelah sholat subuh dengan mengendarai bis umum. Menurut jadwal, ujian akan dilaksanakan pukul 09.00. Sekitar pukul 07.30 kami tiba di terminal Kalideres, dilanjut dengan naik Bus Way menuju lokasi sesuai dengan petunjuk Kak Asep. Karena tidak ada Bus way yang tepat berhenti di Allianz Tower, maka kami turun di halte yang paling dekat dengan lokasi. Dari halte tersebut kami sudah bisa melihat Allianz Tower yang megah dan menjulang tinggi. Karena perut kami keroncongan, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Sebelumnya kami memberi tahu kak Asep, bahwa kami telah sampai di tempat. Setelah sarapan, kami bergerak menuju Allianz Tower. Di meja resepsionis kami diminta untuk menunjukan kartu identitas dan menukarkannya dengan sebuah kartu masuk. Kami langsung mencari toilet karena sudah lama menahan “kebelet”. Kami menunggu cukup lama, sekitar pukul 08.30 akhirnya kak Asep datang dan mengajak kami ke mushola untuk sholat dhuha. Setelah sholat kami pun mengobrol dan kak Asep menanyakan kesiapan kami mengikuti ujian. Kami berdua hanya bisa nyengir karena baru sedikit mengerjakan soal latihan untuk ujian. Akhirnya dengan sisa waktu yang ada, kami membuka laptop dan menyempatkan diri untuk membaca latihan soal yang sudah ada jawabannya.

Waktu sudah menunjukan pukul 09.00, kak Asep mengantarkan kami menuju lokasi ujian. Sesapainya di tempat, ternyata ujian sudah mulai, dan tidak hanya kami yang mengikuti ujian pada hari itu. Bahkan kursi untuk duduk sudah hampir penuh. Karena kami terlambat, saya dan kak Ade duduk terpisah mencari bangku yang masih kosong. Operator membantu kami untuk mengoperasikan komputer ujian online. Bismillah, aku pun memulai soal pertama. Cukup mudah, soal – soalnya sudah saya pelajari dari soal latihan yang diberikan oleh kak Asep dan aku cukup mengingat jawaban jawabannya. Dalam waktu yang singkat, kurang lebih 30 menit, aku sudah menyelesaikan semua soal. Alhamdulillah. Dan ternyata aku adalah orang pertama yang keluar ruangan. Sedangkan kakakku, Ade hidayat, kulihat masih mengerjakan soal. Aku langsung menemui kak Asep yang telah menunggu di luar. Sekitar 1 jam kemudian Kak Ade keluar dan langsung menemui kami yang tengah asik mengobrol. Setelah waktu ujian berakhir sekitar pukul 11.00, kami menuju tempat ujian dan menanyakan kepada panitia, kapan kami bisa mengambil hasil ujian. Panitia itu meminta kami kembali ke tempat itu bada dzuhur. Akhirnya kami menghabiskan waktu di musholla sambil menunggu waktu sholat dzuhur.

Sungguh sangat menyenangkan, 3 orang bersaudara yang jarang bertemu, akhirnya bisa mengobrol bersama dalam satu tempat. Ya, moment ini jarang sekali kami alami, mungkin hanya setahun 2 kali, pada saat hari raya idul firti dan idul adha. Dan moment ini kelak akan saya rindukan. Setelah sholat dzuhur, kami kembali ke tempat dan mengambil hasil ujian. Dan hasilnya, kami berdua lulusssss…. Alhamdulillah. Begitulah sepenggal kisah perjalanan saya menjadi agen Asuransi Allianz life Indonesia. Dan nantikan kisah saya selanjutnya. Wassalaam.

cara daftar asuransi

Anda tertarik menjadi agen atau nasabah Allianz? Atau ingin dibuatkan illustrasi Asuransi? silahkan Isi Formulir Permohonan Ilustrasi

Atau bisa menghubungi saya di nomor HP/WA 087772501195 atau Pin BB 263BA80E.

Salam,

Muhamad Ridwan

Agen Asuransi Allianz. Bandung

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Perjalanan Menjadi Agen Allianz. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s