Keberadaan Asuransi Syari’ah di Indonesia  

cropped-allianz.jpg

Pesatnya perkembangan lembaga-lembaga asuransi di Indonesia baik yang konvensional maupun syariah, menunjukan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi.  Terutama asuransi syari’ah, keberadaannya tentu sangat dinantikan oleh kaum muslim untuk menjawab kebutuhan mereka akan lembaga asuransi yang aman dan sesuai syari’ah. Meskipun asuransi pernah dan masih menjadi suatu perdebatan (pro-kontra) seputar hukumnya menurut syara’, tetapi secara de facto, umat Islam membutuhkan keberadaan lembaga asuransi yang berdasarkan syari’ah, bebas dari praktek riba, gharar dan maisyir.

Berkenaan dengan hal tersebut, berdirinya lembaga asuransi syari’ah baik yang berdiri sendiri maupun berupa kantor cabang yang berada di bawah lembaga asuransi konvensional, merupakan representasi dari pemahaman umat Islam terhadap prinsip-prinsip mu’amalah (hukum ekonomi Islam).

Asuransi syari’ah juga merupakan salah satu instrumen lembaga keuangan syari’ah yang memfokuskan usahanya pada penyediaan produk pertanggungan atau penjaminan resiko (asuransi) dengan cara bagi hasil mudharabah atau profit and loss sharing. Asuransi syari’ah berupaya mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi Islam dari Al-Quran dan Sunnah agar dapat dijabarkan dalam kehidupam secara praktis.

Kedudukan asuransi syariah akan berperan penting dalam pembangunan ekonomi jika mendapatkan dukungan pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tidak dapat mengabaikan kepentingan bagi perkembangan asuransi syari’ah di Indonesia, sebab ia merupakan salah satu unsur penunjang dalam pembangunan ekonomi. Bahkan, jika dibandingkan dengan bank syari’ah yang telah bergulir sejak tahun 1990-an, asuransi syari’ah telah tumbuh dan berkembang cukup baik karena mendapat dukungan positif dari masyarakat.

Belajar dari pengalaman Bank Syari’ah, lebih tepatnya ketika UU No. 7/1992 direvisi dan digantikan oleh UU No. 10/1998, eksistensi lembaga perbankan syari’ah di Indonesia semakin tegas dan jelas dalam mengimplementasikan prinsip bagi hasil (profit and loss sharing). Ketentuan pasal 6 point m dalam UU No. 10/1998 menyebutkan bahwa bank konvensional dapat menyelenggarakan unit layanan syari’ah dengan cara dual banking system. Sesuai dengan ketentuan tersebut, lembaga keuangan konvensional dapat beroperasi dan menyelenggarakan jasa keuangan syari’ah.

Keadaan tersebut sedikit berbda dengan asuransi, di mana UU No.2/1992 tentang perasuransian masih belum tegas mengatur bagaimana mekanisme penyelenggaraan asuransi syari’ah. Namun demikian, pemerintah tetap membuka ruang kepada perusahaan asuransi konvensional untuk membuka cabang atau unit layanan syari’ah dengan cara dual insurance system.

Pada saat yang bersamaan, yang menjadi tantangan asuransi syari’ah adalah perlunya pembenahan kelembagaan, baik itu dari segi manajemen maupun operasionalnya, agar mampu bersaing positif dengan asuransi konvesional.

Oleh karena itu, hal yang tak kalah pentingnya adalah partisipasi dari semua pihak, baik itu pakar ekonomi Islam maupun praktisi asuransi syariah dan seluruh masyarakat Indonesia. Ini menjadi salah satu upaya untuk merumuskan kembali falsafah dasar nilai-nilai ekonomi Islam, mencari rumusan dasar yang lebih baik bagi pembentukan platform asuransi syari’ah yang ideal serta sejalan dengan proses pencapaian tujuan ekonomi Islam dan pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

#MariBerasurasiSyari’ah

Wassalaam..

  1. Ridwan

Call/SMS : 087772501195

Pin BBM : 263BA80E

Email : ridwan030@gmail.com

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s