Masih Ragu Untuk Memiliki Asuransi Jiwa…?

Berdasarkan pengalaman saya bertemu dengan orang-orang, sharing dan memberi penjelasan langsung tentang 5 risiko besar dalam hidup tersebut, banyak yang masih ragu untuk memiliki asuransi. Bahkan ada juga yang menolak (tidak mau).

Penyebabnya sih beragam. Tetapi penyebab terbesarnya karena belum sepenuhnya paham tentang fungsi asuransi. Sehingga muncul rasa khawatir, kecurigaan bahkan rasa takut.

Alasan-alasan atau keberatan-keberatan yang sering saya dengar pada saat saya berinteraksi langsung dengan masayarakat,  akan saya tuliskan disini, termasuk juga penjelasannya.

(1) Saya belum ada dana, karena masih banyak pengeluaran dan cicilan.

Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa disaat kita punya banyak cicilan, itu berarti kita memiliki banyakhutang, dan pasti kita akan selalu diminta melunasi  hutang-hutang itu, tidak peduli apakah kita masih mampu atau tidak, benar kan.?  Dan Kita membayar itu dari penghasilan kita.

Sekarang,  bagaimana jika kita tidak punya penghasilan lagi.?. “ya cari kerja lagi” (ada yang cepet banget jawabnya nih).

Tapi bagaimana kalau tidak mampu lagi bekerja.? (baca 5 risiko besar disini ) Karena cacat total tetap..(akibat kecelakaan, sakit parah dll) atau karena tutup usia..?  Nah lho,bagaimana cara bayar hutangnya..? Siapa yang akan membayar..? Mewariskan hutang donk…

Lalu bagaimana pendapat masyarakat? Percaya atau tidak, sejauh ini, dari yang telah saya kumpulkan di lapangan, kebanyakan tidak peduli dengan hal itu, (sebenernya sih bukan tidak peduli , tapi banyak yang takut ngebayangin risiko-risiko besar kayak begitu, ngeriiiiii….). Jawabannya terbanyak adalah.. “gimana nanti aja, pasrah aja..” (hehehe…).  Padahal sesungguhnya kita pasti sadar, risiko itu bisa terjadi..bahkan ada yang tidak bisa ditolak, yaitu Tutup Usia. Bagaimana dengan Anda..?

Menanam ketakutan / ketidak pedulian di awal, bisa menuai kepanikan besar. Tapi menanam persiapan di awal, bisa menuai ketenangan

allisyafirst.com(solusi produk1)

(2) Saya belum butuh, masih muda

Nah..justru masih muda saat yang tepat untuk memiliki asuransi. Di semua perusahaan asuransi, usia menjadi salah satu faktor utama penentu hubungan antara besar premi dengan besar manfaat yang diterima. Sebagai contoh, jika ada dua orang yang beda usia, yang pertama berusia 25 tahun, yang kedua berusia 35 tahun, mereka membuka asuransi dengan waktu yang sama dan premi yang sama yaitu Rp.500.000. Pasti, dimanapun mereka membuka asuransi, manfaat yang akan diterima oleh orang yang berusia 25 tahun akan jauh lebih besar dari yang berusia 35 tahun ( klik disini )

Jadi, kenapa harus menunda lagi..?

Gagal merencanakan, berarti kita merencanakan kegagalan

allisyafirst.com(rencana1)

 

(3) Saya sehat-sehat saja, jadi nanti saja bikinnya

Asuransi merupakan “benda unik”.  Bingung..? begini maksudnya.. Asuransi harus dimiliki saat kita justru tidak butuh. Tambah bingung ya..?. Oke, pakai sedikit perumpaan aja deh.  Katakanlah ada seseorang, dia belum tua (jompo), sehat, dan punya penghasilan yang bagus. Pastinya tidak butuh asuransi. Tapi, terjadi sesuatu yang mendadak. Dia kena stroke. Kondisi nya kritis di Rumah Sakit. Butuh dana yang cukup besar untuk pengobatan dan perawatan. Tabungannya ternyata tidak cukup. Karena sebagian tabungan juga dialokasikan untuk anak-anak nya yang masih butuh biaya pendidikan dan lain-lain. belum lagi untuk bayar cicilan. Solusi terbaik bukanlah menjual atau meminjam dana, tapi sebenarnya adalah asuransi. Namun bisakah dia membuka polis asuransi disaat kondisi kritis seperti itu..?

Unik kan..? disaat kita merasa ‘tidak butuh’, disaat itulah saat terbaik memiliki asuransi.

Tidak ada satu pun manusia yang tahu apa yang akan terjadi esok hari.

 

(4) Saya sudah punya cukup tabungan dan asset, jadi tidak butuh asuransi lagi.

Sama seperti halnya no.3 diatas, sesuatu yang mendadak bisa terjadi pada siapa saja (baca 5 risiko hidup disini ) dan membuat kita butuh dana yang cukup besar. Oke, mungkin kita bisa menjual asset kita (motor, mobil, rumah, tanah dll) atau memakai tabungan. Itu pun kalau punya, kalau cukup. Akan tetapi jika kita punya pun,menjual aset  pasti menyebabkan penurunan tingkat ekonomi dalam keluarga. Karena kehabisan tabungan, atau kehilangan asset karena dijual.  Dengan memiliki asuransi, sesorang bisa tetap memiliki tabungan, asset bisa aman. Warisan untuk keluarga bisa tetap ada, tidak terjual.

Wariskanlah sesuatu yang bermanfat, bukan hutang ataupun beban lainnya

allisyafirst.com(gift-love 1)

(5) Ngapain bikin asuransi, saya kan nggak menikmati hasilnya.

Memang benar, jika kita mengeluarkan uang untuk sesuatu, pasti kita ingin menikmati apa yang kita beli. Itu adalah normal. Disaat kita beli Panci misalnya, atau mobil deh, biar agak keren sedikit. Begitu kita bayar DP, beberapa hari kemudian mobil itu datang, lalu bisa dipakai jalan-jalan ngabisin tabungan ke mall. Tapi asuransi..?  begitu setor premi pertama, beberapa hari kemudian yang datang malah 1 bundel berkas (polis). Lha…kagak berasa apa-apa.. nggak bisa di naekin..nggak bisa dimakan..    Ada yang pernah mengatakan begini kepada saya : “masa saya harus meninggal dulu baru uangnya keluar, rugi donk nggak bisa nikmatin”

Hal besar yang harus dipahami adalah : ASURANSI ADALAH PROTEKSI. Jika kita membeli asuransi, maka kita bukanlah membeli barang, tapi proteksi. Memang benar, orang yang menjadi tertanggung dalam polis asuransi, tidak akan merasakan secara langsung manfaatnya. Bagimana bisa menikmati kalau orang itu dalam keadaan kritis di Rumah Sakit, atau dalam keadaan cacat total tetap, tidak lagi mampu lagi melakukan apa-apa. Lalu siapa yang akan merasakan manfaatnya secara langsung..?. KELUARGA.Ya, Keluarga kita tercinta, terutama anak-anak.

Pada saat seseorang terbaring kritis tak berdaya di rumah sakit, siapa yang akan ‘repot’ mengurusi biaya rumah sakit dan biaya hidup lainnya? Ya, Keluarganya.    Disaat seseorang tidak lagi bisa melakukan apa-apa (termasuk mencari nafkah) karena cacat total akibat kecelakaan atau sakit parah, siapa yang akan membiayai hidup? : Ya, Keluarganya. Disaat sesorang tutup usia (apapun penyebabnya) siapa yang akan membiayai hidup anak-anaknya, dan membayar semua tagihan? : Ya, Keluarganya.

Asuransi merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan cinta kita kepada keluarga tercinta dengan mempersiapkan sejak dini perlindungan bagi kita dan keluarga

allisyafirst.com (jualrumah1)           Allisyafirst.com(cari pinjaman)

(6) Asuransi itu pembohong, Cuma janji doang, giliran klaim susah, malahan ada yang ditolak

Banyak hal-hal negatif seputar asuransi jiwa yang kita dengar atau kita baca. Namun tidak ada yang peduli dengan hal-hal positif dari asuransi. Kenapa ya..?

Kita memang lebih suka mendengarkan dan membicarakan hal yang negatif dari pada yang positif. Berita negatif, pasti akan mendapat respon terbesar dari kita. Baik mendengar, membaca ataupun menonton.  Yuk kita jujur, lebih tertarik mana, nonton info selebriti yang tidak membawa manfaat, atau nonton info seputar kesehatan..?    Siapa yang akan paling disimak omongannya, orang yang memberi info negatif (gossip-gosip) atau orang yang memberi  info positif (masukan atau nasihat).. hehehe..

Memang benar ada beberapa kasus yang terjadi di asuransi. Dan sayangnya, dalam menilai, banyak orang yang merasa sudah sepenuhnya paham tentang asuransi dan langsung menjadikan perusahaan asuransi sebagai tertuduh.

Sebaiknya, kenalilah terlebih dahulu dunia asuransi secara langsung dari orang yang kompeten dibidangnya. Baru kita bisa menilai dengan bijak.

Bijak dalam bertindak, akan membawa banyak manfaat positif untuk diri kita

 

(7) Agen asuransi, manis didepan, Cuma ngincer komisi, kalau udah ikut, terus ditinggal kabur

Tidak bisa dipungkiri, bahwa hal itu memang terjadi.  Seperti halnya profesi-profesi lainnya, oknum akan selalu ada. Masalahnya bukan terletak pada profesi, tetapi pada manusianya.  Profesi apapun bisa diselewengkan.  Ibaratnya, pisau, bisa dipakai memotong buah (positif), bisa juga dipakai menusuk orang lain (negatif).

Agen asuransi juga sama, ada yang benar, ada juga yang tidak. Pilih lah agen asuransi yang baik. Tips memilih agen asuransi dapat anda baca disini

Menjadi teliti berbeda dengan berburuk sangka

hubungi sanrina

(8) Saya Cuma karyawan, bukan bos, jadi nggak punya duit buat asuransi

Asuransi ada untuk mereka yang benar-benar peduli dengan persiapan. Kepasrahan harus didahului dengan doa dan tindakan nyata. Tanpa keduanya, kepasrahan akan menjadi percuma, tak bernilai. Salah satu tindakan/usaha nyata adalah memiliki asuransi jiwa dengan berbagai manfaat lain didalamnya. Jadi asuransi bukan untuk Bos, atau mereka yang punya banyak uang.

Menjadikan asuransi sebagai salah satu kebutuhan, memang belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Jika kita sudah benar-benar menyadari  resiko besar dalam hidup kita ( baca disini ), dan merenungkan efek dari resiko tersebut terhadap orang-orang yang kita cintai, maka yakinlah, kita pasti akan berusaha untuk memiliki asuransi jiwa.

Risiko kehidupan dihadapi oleh siapapun tanpa terkecuali

 

Apakah salah satu dari 8 alasan diatas ada dalam pikiran Anda…??? Semoga bisa menjadi bahan renungan kita.

Salam.

Muhamad Ridwan

HP/WA : 08777 250 1195

Pin BBM : 263BA80E

Email : ridwan030@gmail.com

Sumber : Allisyafirst.com

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Edukasi Asuransi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s