Asuransi dan Riba

Asuransi dan Riba (3)

Tadi malam (10-3-17) saya berdiskusi dengan seorang calon agen yang mendapat respon dari prospeknya bahwa asuransi itu riba.

Saya jawab dengan menyajikan setidaknya tiga perbedaan antara riba dan asuransi.

Perbedaan pertama.

Riba itu jual-beli uang. Begitu seseorang membeli produk riba, dia langsung memperoleh sejumlah besar uang. Uang ini nanti akan dibayar dengan uang lagi, dengan cara dicicil pokok plus bunganya.

Lalu asuransi, apakah orang yang membeli asuransi langsung memperoleh sejumlah besar uang? Tidak. Jadi, dari sini saja sudah beda.

Apa yang diperoleh pembeli asuransi? Yang pasti perlindungan, tepatnya perlindungan keuangan dari risiko tertentu yang dijamin dalam perjanjian. Terjadi ataupun tidak terjadi risiko, perlindungan tetap diterima.

Perbedaan kedua.

Dalam riba, jika pembeli (lebih tepatnya peminjam atau pengutang) membayar cicilan, maka utangnya berkurang.

Dalam asuransi, jika pembeli membayar premi, manfaat asuransi atau Uang Pertanggungannya tetap tidak berubah. Serajin apa pun membayar premi, manfaat asuransi tidak bertambah ataupun tidak berkurang. Hanya periode perlindungannya yang terus diperpanjang.

Perbedaan ketiga.

Dalam riba, jika pembeli menunggak cicilan, maka utangnya bertambah. Pokok utangnya memang tetap, tapi bunganya yang bertambah. Jika menunggak terus, lama-lama bunganya bisa melebihi pokok utang dan terus berlipat-lipat. Sampai bertahun-tahun pun menunggak, urusan tidak selesai. Bahkan sampai mati pun utang tetap harus dibayar plus bunganya. Jika keluarga yang ditinggalkan tidak mampu bayar, di akhirat utang tetap akan ditagih. Tidak ada ibadah seintensif apa pun yang bisa menggantikan pembayaran utang.

Tidak jarang urusan menunggak utang ini bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan harta, jika ada harta yang diagunkan. Yang kaya makin bertambah hartanya, yang miskin makin habis hartanya. Di sinilah riba menampakkan kekejamannya, dan itulah sebabnya riba dilarang.

Dalam asuransi, jika pembeli menunggak premi, apa yang terjadi? Bicara asuransi murni, jika premi tertunggak dan telah melewati masa tenggang (grace period), berarti polis asuransi lapse dan perlindungan pun berhenti. Urusan selesai. Tidak ada urusan utang-piutang antara pembeli dengan perusahaan asuransi. Tidak ada bunga ataupun denda yang harus dibayar.

Bagaimana dengan premi yang telah dibayar ke perusahaan asuransi? Bicara asuransi murni (tanpa tercampur investasi atau tabungan), premi tersebut telah ditukar dengan perlindungan keuangan selama periode sejak awal bergabung sampai akhir masa tenggang. Bicara asuransi yang tidak murni, maka unsur tabungan atau investasinya akan dikembalikan setelah dipotong biaya-biaya yang belum dikenakan, jika ada.

Bagaimana jika pembeli ingin melanjutkan asuransinya yang telah terhenti? Dia tinggal bayar sejumlah premi yang tertunggak, tanpa denda maupun bunga. Dalam hal ini ada batas waktu di mana polis asuransi bisa dipulihkan, biasanya maksimal 2 tahun. Jika jumlah tunggakan terlalu banyak, pembeli bisa memilih membuka polis yang baru dan menutup atau melupakan polis yang lama.

Bicara soal denda, program JKN BPJS pernah dikritik para ulama karena menerapkan sistem denda bagi peserta yang menunggak premi. Asuransi bukan utang-piutang, jadi memang tidak sepatutnya ada denda. Kabar baiknya, mulai Juli 2016 JKN tidak menerapkan denda bagi penunggak, tapi langsung dinonaktifkan saja perlindungannya jika peserta menunggak minimal 1 bulan. Denda tetap diberlakukan jika peserta dirawat dalam waktu 45 hari sejak program dipulihkan, di mana aturan ini dimaksudkan untuk menghindari peserta yang memulihkan JKN hanya ketika sudah sakit.

Masih ada perbedaan-perbedaan lainnya antara riba dan asuransi. Semoga bisa disajikan di kesempatan mendatang. (Asep Sopyan)

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Artikel Asuransi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s