Hal Mengejutkan Tentang Penyakit Kritis

Saat ini, penyakit kritis masih menjadi momok menakutkan penyebab kematian tertinggi di dunia.

Seperti yang saya kutip dari web http://www.everyoneprotected.com/ menunjukan beberapa fakta bahwa:

  1. Penyakit kritis membunuh lebih dari 36 juta orang setiap tahun.
  2. Hampir 80% kematian -29 juta orang- terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
  3. Lebih dari sembilan juta dari semua kematian terjadi sebelum usia 60.
  4. Penyakit jantung penyebab kematian tertinggi atau 17,3 juta orang pertahun, diikuti oleh kanker (7,6 juta), Penyakit pernafasan (4,2 juta) dan diabetes (1,3 juta)
  5. Penyebab utama: kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang buruk.

Sedangkan di Indonesia tak kalah mengkhawatirkan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyatakan baru saja  menyelesaikan analisa awal survei penyebab kematian berskala nasional.

Survei itu disebut Sample Registration Survey (SRS). Datanya menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Balitbangkes, dikumpulkan dari kejadian selama 2014.

“Data dikumpulkan dari sampel yang mewakili Indonesia, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, dan pada semua kematian itu dilakukan autopsi verbal, sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara real time oleh dokter dan petugas terlatih,” tulis Tjandra Yoga beberapa waktu lalu seperti dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.

Sementara itu, Tjandra melanjutkan, WHO memperkirakan 10 penyebab kematian di dunia pada 2015, di antaranya, penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran napas bawah, PPOK, diare, HIV/AIDS, kanker paru, bronkus dan trakea, diabetes melitus, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit jantung hipertensif.

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit tersebut?

Semua kelompok usia dan semua wilayah berisiko terkena sakit kritis. Data Riskesdas 2007 menunjukkan kematian akibat sakit kritis terjadi pada usia 40-54 tahun sebesar 27,4%. Hal tersebut menunjukkan sakit kritis menyerang usia produktif. Anak-anak, orang dewasa dan orang tua semua rentan terhadap faktor risiko penyakit kritis

Penyebab utama terjadinya sakit kritis

  1. Kebiasaan merokok, 34,7%. Penduduk usia 15 tahun ke atas merokok setiap hari
  2. Akibat yang diterima oleh paparan perokok pasif.
  3. Pola makan yang tidak sehat, 93,6% penduduk kurang konsumsi buah dan sayur
  4. Kurangnya aktivitas fisik, 48,2% penduduk kurang aktivitas fisik
  5. Faktor risiko metabolisme tubuh: akibat tekanan darah tinggi, obesitas atau kegemukan, kadar glukosa yang tinggi dan tingginya kadar lemak dalam darah.

Dampak sosial-ekonomi akibat sakit kritis

Peningkatan sakit kritis berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas keluarga, dengan cepat menguras sumber daya rumah tangga menyebabkan keluarga jatuh dalam kemiskinan.

Pengobatan sakit kritis seringkali memakan waktu lama dan memerlukan biaya besar.

Beberapa jenis penyakit kritis adalah penyakit kronik dan/atau katastropik yang dapat mengganggu ekonomi penderita dan keluarganya. Selain itu salah satu dampak sakit kritis adalah terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen.

Jika semua orang beresiko terkena penyakit kritis, apakah anda masih menunda untuk memiliki asuransi penyakit Kritis ???

Sayangi diri Anda dan keluarga Anda dengan memiliki asuransi penyakit kritis sekarang juga. 

Demikian. Untuk konsultasi dan mendapatkan ilustrasi, hubungi:

Muhamad Ridwan

Call/wa : 087772501195

Sumber :

http://www.everyoneprotected.com/

https://proteksikita.com/2016/12/22/data-tentang-penyakit-kritis/

Image : http://www.google.com

Tentang mred_one

Agen Asuransi Allianz Syariah. Berdomisili di Bandung. M. Ridwan No HP/WhatsApp: 087772501195 Facebook : Mas Afwan Ridwan IG : MasAfwanRidwan
Pos ini dipublikasikan di Artikel Asuransi, Edukasi Asuransi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s